Bupati Pasangkayu Serahkan Sertifikat PTSL Kepada Warga

20 July 2019 23:38
Bupati Pasangkayu Serahkan Sertifikat PTSL Kepada Warga
Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa dikegiatan penyerahaan sertifikat program PTSL yang diselenggarakan BPN Kabupaten Pasangkayu berlangsung di halaman Kantor Camat Pasangkayu, Jalan Muhammad Hatta, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Radit/Trans89.com)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Bertempat di halaman Kantor Camat Pasangkayu, Jalan Muhammad Hatta, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), berlangsung penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasangkayu, dihadiri sekitar 75 orang, Sabtu (20/7/2019).

Hadir di kegiatan tersebut, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Inf Kadir Tangdiesak, Wakapolres Mamuju Utara (Matra) Kompol Jufri Hamid, Kepala BPN Pasangkayu Sukidi, Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasangkayu Fauzi, dan masyarakat penerima sertifikat tanah.

Sambutan Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa mengatakan, permasalahan yang paling banyak terjadi di negara kita adalah terkait persoalan lahan, beda dengan negara luar yang mana tidak ada persoalan, karena lahannya dimiliki oleh negara.

“Masyarakat negara luar hanya memiliki hak pinjam tanah dari negara. Apabila negara ingin mengambil lahan tersebut, maka rakyat sudah tidak memiliki hak atas lahan tersebut,” kata Agus.

Menurutnya, agar tidak terjadi persoalan terkait lahan, maka lahan tersebut harus bersertifikat supaya antara masyarakat satu dengan yang lain tidak terjadi tumpang tindih.

“Lahan yang bersertifak ini dimaksudkan agar tidak terjadi keributan. Kita perlu memberi dukungan dan berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo atas komitmen dan perhatiannya,” tutur Agus, bupati dua periode ini.

Kepala BPN Pasangkayu, Sukidi menyampaikan, sertifikat ini merupakan hasil kegiatan dari PTSL tahun 2018, dimana pada detik ini telah kami selesaikan.

“Sertifikat yang dihadirkan pada momen ini berjumlah sekitar 1.400 sertifikat, dimana pihak penerima nanti akan diwakili oleh dua kecamatan yaitu Kecamatan Pasangkayu dan Bambaira, dan untuk sisanya, kami nanti akan mengerahkan petugas BPN ke masing – masing desa yang sudah selesai sertifikatnya,” paparnya.

Sukidi menjelaskan, di tahun 2019 ini, pihaknya menargetkan untuk menyelesikan pengukuran sebanyak 10.500, sedangkan untuk sertifikat hak tanah (SHT) sebanyak 7.800.

“Pada bulan September 2019 nanti, BPN akan menyerahkan sertifikat kepada masyarakat sekitar 2.000 sertifikat, sisanya akan diserahkan menjelang akhir tahun anggaran,” jelasnya. (Radit/Nis)

 

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya